No any image found. Please check it again or try with another instagram account.
Indonesia

5 Saran dalam Memilih Konsultan GMP (Good Manufacturing Practices)

Anda adalah seorang produsen dari produk yang dijual dan dipasarkan ke lingkungan yang terkontrol, seperti obat-obatan, peralatan medis atau makanan. Anda berhasil pada inspeksi sebelumnya dan berpikir bahwa program jaminan mutu (Quality Assurance) Anda aman seperti sertifikat GMP, namun terdapat produk dan proses baru yang sedang dikembangkan, dan Anda tidak yakin bahwa perusahaan memiliki SDM yang mampu mengelola lingkungan yang terus menerus berubah.

Anda tidak sendiri. Kami telah berdiri selama 30 tahun mengatasi permasalahan yang sama untuk perusahaan di wilayah Asia-Pasifik. Merekrut seorang konsultan berpengalaman untuk membantu memecahkan kasus bisnis adalah salah satu tantangan tersulit bagi seorang Manajer Mutu. Anda berpikir “Bukankah ini tugas saya? Apabila saya merekrut seorang konsultan, atasan akan berpikir bahwa saya tidak cakap dalam pekerjaan, atau buruknya, posisi saya tidak lagi dibutuhkan… tetapi saya membutuhkan bantuan karena perusahaan ingin memangkas biaya dan sumber daya lainnya agar memiliki keuntungan yang lebih banyak”

Ketika berpikir untuk merekrut konsultan dari luar perusahaan, sebagian besar manajer akan menyelesaikan permasalahan tersebut sendiri dengan usaha terbaik mereka. Dalam prosesnya, terdapat beberapa prosedur yang tidak dilakukan sehingga permasalahan muncul saat inspeksi atau adanya produk yang gagal. Tujuan kami adalah membantu Manajer Mutu untuk memecahkan kasus bisnis tersebut agar memiliki pemahaman yang lebih baik dan dapat memastikan bahwa proses jaminan mutu yang dilakukan tepat sehingga Manajer Mutu dapat percaya diri untuk berhasil dalam inspeksi jaminan mutu.

Berikut adalah 5 saran untuk membantu Anda dalam memilih konsultan GMP yang tepat:

  1. Pengalaman kerja Konsultan GMP

Dibandingkan menghabiskan waktu, uang dan usaha untuk mencari beberapa perbaikan jangka pendek, lebih baik merekrut seseorang yang dapat memberikan manfaat yang cukup besar dalam waktu yang lebih singkat. Dengan pengalaman yang lebih banyak membutuhkan waktu pelatihan yang lebih sedikit sehingga lebih sedikit pula waktu yang Anda butuhkan untuk mengarahkan tim. Konsultan yang berpengalaman akan dapat melihat permasalahan sebelum permasalahan tersebut terjadi. Merekrut seorang konsultan yang berpengalaman membutuhkan biaya yang lebih sedikit dibandingkan memperkerjakan beberapa staf junior dari eksternal perusahaan.

  • Membawa praktik yang terbaik dan terbaru dari industri Anda dan industri lainnnya

Konsultan yang berpengalaman mempelajari praktik terbaik dari berbagai industri dan menerapkan praktik tersebut apabila memungkinkan. Hal itu memastikan bahwa proses Anda akan selalu terkini (mengikuti perkembangan). Anda akan mendapatkan ide-ide terbaik tanpa harus meninggalkan kantor dan hal itu akan meningkatkan profil perusahaan Anda.

  • Biaya – Memahami faktor pengganti nilai/manfaat

Sebagian besar perusahaan mencari perbaikan jangka pendek dan akan memilih opsi yang paling murah. Kami paham bahwa anggaran adalah sesuatu yang terbatas dan telah ditetapkan. Meskipun demikian, proyek adalah gabungan dari beberapa bagian dan departemen mutu memberikan manfaat yang cukup besar dengan memaparkan profil resiko kepada manajer bisnis yang memiliki pengaruh secara langsung terhadap keuntungan di masa mendatang. Konsultan yang berpengalaman dapat membantu meningkatkan profil departemen dan divisi Anda sehingga Anda dapat menghemat pengeluaran.

  • Menilai reputasi konsultan

Reputasi perusahaan dibangun dari pengalaman-pengalaman sebelumnya. Pilih perusahaan dengan pengalaman dan reputasi terbaik di pasarnya sehingga Anda akan yakin bahwa mereka akan bekerja dengan keras untuk menjadi bagian dari tim Anda. Reputasi dapat jatuh dalam hitungan detik, apabila perusahaan telah sukses dalam jangka waktu yang lama, Anda dapat lebih yakin ketika merekrut SDM mereka. Hasil pekerjaan akan sesuai dengan kebutuhan spesifik tim Anda.

  • Menjadi “Proaktif” bukan “Reaktif”

Sebagian besar perusahaan memutuskan untuk mempekerjakan seorang konsultan ketika permasalahan sudah terjadi. Hal itu dapat dimengerti dari segi finansial bahwa ketika permasalahan sudah diketahui maka anggaran dapat ditetapkan untuk mengatasi permasalahan tersebut. Namun, biaya tersebut akan meningkatkan profil resiko terhadap proses dan berakibat terhadap biaya akhir produksi, sehingga mengurangi keuntungan secara keseluruhan dari produk dan juga perusahaan. Sebagai akibatnya perusahaan akan mengurangi biaya tetap (biasanya karyawan) untuk mengatasi tekanan penurunan margin (keuntungan).

Dengan memperkerjakan seorang konsultan sejak dini, potensi resiko dapat dikurangi dan toleransi resiko yang lebih ketat dapat diterapkan pada proyek secara keseluruhan. Dengan demikian dapat memberikan proyeksi keuntungan yang lebih realistis kepada pemilik bisnis. Silahkan kunjungi website ini untuk info lebih lanjut https://www.mandreel.com/indonesia/sertifikasi-gmp/

Related posts

Apa itu Konsultan Teknologi Informasi?

Lena Sari

Cara Menulis Cerita Menyeramkan: 7 Tips Menulis Novel Horor yang Menakutkan

Lena Sari